Pagi ini Sailendra sudah ada di kelasnya. Pemuda itu jadi sorotan karena makin lama, tubuhnya makin terbentuk dan kulitnya makin bersih, wajahnya juga semakin tampan. Banyak gadis berusaha mendekati pemuda itu. Tetapi pemuda yang biasa disapa dengan Aindra itu benar-benar dingin dan abai pada semua wanita. “Ndra, kamu nggak belok kan?” tanya Dita, teman sekelasnya. “Maksudnya belok?” tanya pemuda itu. “Ya ... itu ....” “Itu apa? Gue nggak ngerti?” tanya pria itu lagi makin bingung. “Ya lu suka sama sejenis lu, cowok,” jawab Dita lagi dengan cengiran terpaksa. “Kenapa sih pikiran kalian sempit?” tanya pemuda itu makin bingung dengan pandangan semua orang. “Nggak suka sama cewek bukan berarti aku nggak normal Dit!” sahutnya tak suka dengan anggapan orang. “Apa mesti gua punya cewek b

