Innaya menatap beberapa komentar miring yang ditujukan padanya. Wanita itu sudah insecure semenjak ia tau jika Aindra adalah calon raja. Ia tak menampik diri jika dirinya terlahir dari seorang ibu yang bekerja sebagai pelayan. “Apa salah jika ibuku seorang pelayan? Sebelumnya ibuku pun hanya ibu rumah tangga biasa, terlahir dari orang tua yang biasa juga,” gumamnya pelan. “Lalu sekarang aku adalah seorang dokter, apa masih tak pantas menjadi istri seorang raja?” tanyanya bermonolog. “Walau dokter ibumu hanya babu,” ledek Felicia. Gadis itu mendatangi kembali ke rumah sakit ketika jam makan siang. Ia sengaja mendekati Innaya diam-diam dan mendengarkan monolog wanita itu. Ia akan terus menekan innaya dan membuat gadis itu mundur dan memilih bercerai dengan AIndra. “Ingatlah, batu kali

