“Kamu baik-baik saja ‘kan? Kenapa kamu sudah gak pernah menghubungi aku lagi setelah waktu itu? padahal kamu berjanji akan menghubungi aku.” Diva mendudukkan tubuhnya di tepi ranjang. Ia bingung mau jawab apa. terdengar helaan nafas panjang keluar dari mulut. “Aku baik-baik aja kok, Dav. Kamu gak perlu cemas. Maaf, karena aku tak menghubungimu.” “Kapan kamu akan kembali kesini? apa kamu yakin, ingin melihat pernikahan Jonathan dan kakak kamu? apa kamu benar-benar sanggup melihat Jonathan menikah dengan Dina?” “Dav, ada hal yang ingin aku bicarakan sama kamu. Apa kamu bisa kembali ke Jakarta?” “Ada apa? apa ada masalah penting? Aku bisa pulang ke Jakarta. Tapi gak untuk waktu dekat ini. Soalnya aku lagi ada banyak pekerjaan.” “Ok, gak apa-apa. Kalau bisa secepatnya. Soalnya ini sangat

