Sebuah kebenaran.

2046 Words

“Div! apa yang...” Jonathan menghentikan ucapannya saat melihat calon mama mertuanya tengah menatapnya dengan dahi mengernyit. “Kenapa, Jo? apa kamu gak suka mendengar kabar gembira ini?” tanya Desy penasaran. “Bukan begitu, Tan. Hanya saja...” Jonathan lalu beranjak dari duduknya dan melangkah mendekati Diva. “Tan, maafin Jonathan. Ada sesuatu yang ingin Jonathan bicarakan dengan Diva,” lanjutnya lalu menarik tangan Diva dan membawanya pergi dari sana. “Jo! lepas gak!” seru Diva sambil mencoba melepaskan genggaman tangan Jonathan. “Aku gak akan melepaskan kamu, Div. Gak akan pernah! Tapi ada hal yang lebih penting yang harus aku bicarakan sama kamu.” Jonathan lalu membuka pintu mobilnya dan meminta Diva untuk masuk. Tapi, Diva tetap bergeming. “Masuklah. Aku janji, setelah ini te

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD