Pusat perhatian

2204 Words

“Jo... a—apa maksud kamu?” Dina mulai tergagap. “Aku dan Dava gak ada hubungan apa-apa. Ki—kita hanya teman. Bu—bukannya dia juga teman kamu?” Kedua telapak tangannya mulai keluar keringat dingin. Jonathan melipat kedua tangannya didepan dadanya. “Kok aku melihatnya gak kayak gitu ya, Din? Atau aku yang salah ya?” berucap sambil mengernyitkan dahinya. Dina memaksakan senyumannya, “iya, Jo, kamu pasti salahpaham. Bagaimana mungkin aku ada hubungan sama Dava? kamu ini ada-ada aja.” “Lo gak usah munafik, Din. Mau sampai kapan lo akan menyimpan rapat-rapat bangkai lo itu? apa lo pikir Jonathan itu bodoh!” seru Tegar. “Kamu gak usah ikut campur, Gar! Kenapa kamu malah memprovokasi Jonathan? apa kamu ingin menghancurkan hubungan aku sama Jonathan, hah!” seru Dina keras. Jonathan menyunggi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD