Diva merasakan nyeri di seluruh tubuhnya. Badannya seperti tertimpa benda berat, hingga ia terpaksa harus membuka kedua matanya, meskipun matanya begitu berat untuk digerakkan agar kedua matanya terbuka sepenuhnya. Gimana itu mata gak terasa berat. Jam tiga dini hari, Jonathan baru memberinya waktu untuk beristirahat. Semalam Jonathan seperti singa kelaparan saat menatap tubuh Diva dan langsung menerkamnya tanpa memberinya waktu untuk sekedar mengatur nafas yang tersengal-sengal. Diva melihat tangan Jonathan yang berada di atas perutnya. Ia lalu mengalihkan tatapannya ke wajah Jonathan yang kedua matanya masih terpejam dengan lelap. Bulu lentik itu semakin terlihat indah. Wajah Jonathan terlihat begitu menggemaskan jika dalam posisi seperti ini. Tertidur lelap. Diva menggerakkan tanga

