"Sev! Sev! Itu Bella kan?" tanyaku sambil memukul pundaknya kencang. Untunglah dia tidak mengendarai motornya dengan kecepatan setan. Dia menepi sebentar dan memperhatian sekitar. "Mana? Mana Bella?" tanyanya penasaran. "Tuh. Di belakang." Aku menoleh ke belakang, tempat dimana aku melihat Bella menangis. Di pinggir jalan. Tepatnya di Halte. "Mana? Gada ah.." ujar Sev. Aku yang penasaran turun dari motor dan berjalan mendekati halte. "Heh! Masih sakit juga! Rubyy!!" tak kuindahkan perkataannya, aku tetap berjalan ke halte dengan kepala pusing. Tapi disana, tidak ada orang. Kosong. Eh? Imajinasiku? "Mana? Gada siapa-siapa!" kata Sev sambil menepuk pundakku. Aku menoleh dengan bingung. "Tadi aku liat Bella loh, dia nangis disini.." ujarku menunjuk salah satu pohon.

