"Sev.. Kok rame ya?" ujarku ketika sampai di persimpangan rumahku. Dia mengangkat kedua bahunya cuek. Hari ini, setelah pulang sekolah rencananya kami akan membersihkan rumahku. Aku dan dia perlahan membelah kerumunan orang-orang itu. Dan betapa kagetnya aku ketika sadar kalau pusat keramaian itu adalah rumahku. "Ada apa pak?" tanyaku ke salah satu bapak-bapak yang sedang berdiri di dekat garis polisi. "Ah, katanya yang punya rumah ini bunuh diri dek." Hah? Maksudnya apa? "Bunuh diri pak?" tanyaku dengan hati bergemuruh. Tolong pak, menggeleng. Jangan mengangguk. Tolong katakan kalau ini cuma lagi syuting atau apalah. Namun bapak itu mengangguk. "Iya dek. Kejadiannya kemarin katanya." Ketika mendengar hal itu, jantungku seperti berhenti berdetak. Kakiku terasa seperti

