Bab 59

1215 Words

Arlo menatap sang asisten. Enggan menerima gawai milik Bram. “Apa yang dia katakan?” tanyanya. “Sebaiknya Bapak baca sendiri saja.” Bram bersikeras memberikan gawainya karena tidak tega membacakan pesan dari Joan. Arlo menghela napas sebelum akhirnya meraih ponsel Bram. Netranya membola setelah membaca pesan tersebut. “Dari mana Joan tahu kalau Davina hamil? Kamu tidak memberi tahu dia ‘kan?” Dia meletakkan gawai di meja lalu menatap tajam asistennya itu. Bram menggeleng. “Bapak bisa lihat sendiri kapan terakhir obrolan atau panggilan saya dengan Bu Joan. Maaf, Pak, hari ini saya terlalu fokus bekerja jadi belum mengecek apa pun. Akan saya selidiki dari mana Bu Joan tahu berita kehamilan Bu Davina.” “Segera laporkan kalau kamu sudah menemukan sumbernya! Aku mau ke apartemen Joan dulu.”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD