Bab 18

1354 Words

Joan tersenyum pada Yasa. “Benar, Kak. Kami hanya berteman.” “Sa, jangan menggoda Joan. Nanti dia tidak mau lagi berteman sama aku,” protes Niko pada teman SMA-nya. “Maaf ya, Joan. Aku hanya bercanda, karena aku sangat berharap Niko segera menemukan jodohnya,” ucap Yasa pada Joan. “Tidak apa-apa, Kak. Santai saja,” timpal Joan tetap tersenyum. “Maaf, aku tidak bisa kasih apa-apa, Bro.” Niko menyerahkan kadonya pada Yasa. “Wah, repot-repot bawa kado segala. Makasih ya, Bro.” Yasa pun menerima bingkisan dari sang teman SMA. “Ayo, kalau mau lihat anakku.” Dia kemudian mengajak Niko dan Joan mendekati ranjang pasien di mana istri dan anaknya berada. Niko dan Joan lalu bersalaman dengan Maya, istri Yasa. Setelah itu Niko mengobrol dengan Yasa, sementara Joan mengobrol dengan Maya. Joan me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD