Bab 13

1054 Words

Sementara itu Arlo melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi setelah keluar dari kediaman orang tuanya. Berkali-kali dia mengumpat sambil memukul kemudi. Melampiaskan kemarahannya yang tertahan sejak tadi. Kalau dia tidak menghargai mamanya, pasti sudah terjadi pertumpahan darah di rumah megah itu. Pria tampan itu sama sekali tidak takut pada papanya yang sering main tangan kalau keinginannya tidak terpenuhi atau ada yang menentang. Saat emosinya masih belum stabil, ada panggilan masuk ke gawainya. Dia mengurangi kecepatan lalu melirik sekilas untuk mengetahui siapa yang menelepon. Setelah itu memasang earphone bluetooth sebelum menerima panggilan tersebut. "Kita harus segera bicara,” ucapnya setelah telepon itu tersambung. “Soal makan malam hari ini?” tanya seseorang dari seberang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD