Dalam perjalanan menuju tempat praktek dokter kandungan, tidak ada pembicaraan antara Arlo dan Davina. Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing. Arlo takut tersulut emosi, sedangkan Davina tak siap mendapat jawaban pedas kalau mengajak suaminya bicara terlebih dahulu. Selama ini tak pernah sekali pun Arlo berbicara lembut atau manis padanya seperti suami istri pada umumnya. Arlo memarkirkan mobilnya di tempat yang kosong dengan dibantu petugas parkir. Dia lalu menghubungi Linda. “Mama, di mana? Aku dan Davina sudah di tempat parkir.” “Kalian langsung masuk saja. Mama dan maminya Davina sudah di dalam,” jawab Linda. “Oke. Ayo keluar. Mama dan Mami sudah menunggu kita.” Arlo melepas sabuk pengaman, membuka pintu lalu turun dari mobil. Dia menunggu istrinya di depan mobil. Tidak punya nia

