Bab 32

1261 Words

Joan menggeliat di atas tempat tidur sebelum membuka mata. Berada di kamar, yang meskipun sudah dua bulan lebih tidak dia tempati itu, terasa sangat nyaman hingga membuatnya malas bangkit dari kasur. Sayangnya, gadis itu harus melawan rasa malas karena sang mama sudah mengetuk pintu kamar berulang kali untuk membangunkannya. “Jo, cepat bangun! Satu jam lagi kita berangkat. Papa sudah nungguin kamu sarapan,” teriak Aida dari depan kamar putrinya yang dikunci dari dalam. Gadis itu memang terbiasa mengunci pintu kamar sejak tinggal sendiri. “Iya, Ma,” sahut Joan. Tak lama kemudian terdengar langkah kaki menjauh dari depan kamar tersebut. “Jam berapa sih sekarang?” Mata Joan memicing melihat jam yang ada di dinding kamar. “Ya, Tuhan,” pekiknya setelah melihat jarum jam pendek menunjuk ang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD