"Mas sakit.... lepas Mas..." Pinta Shara meringis karena tangannya dicengkeram kuat oleh Arian, sedangkan langkah kakinya terseok mengikuti langkah panjang suaminya. Namun Arian seolah tuli. Pria itu tetap berjalan membawa Shara menuju mobilnya. "Masuk."Perintah Arian. Memaksa Shara masuk ke dalam mobil dan ikut masuk ke dalam mobil. Mobil segera dijalankan oleh supir atas perintah Arian. Di dalam mobil Arian hanya diam dengan tatapan dinginnya menatap lurus ke depan. Mengabaikan Shara yang masih terisak di sampingnya. Shara begitu ketakutan saat itu. Apalagi Arian yang hanya diam seperti itu tanpa menanyakan apa-apa, membuat pikirannya melayang jauh. Dia telah membayangkan bagaimana amarah Arian setelah ini. Sudah setengah jam perjalanan, Arian masih tetap diam. Sedangkan Shara sudah

