Bab 5 Sarah berlari sekencang mungkin sampai tidak peduli pada siapa pun yang berpapasan dengannya. Tangisnya sudah banjir membasahi wajah, membuat riasan sederhana itu berantakan. Tadi, sebelum masuk ke ruangannya yang memang digabung dengan ruangan Ben, Sarah sempat dihentikan oleh karyawan lain. Namun, karena Sarah harus mengecek beberapa pekerjaan yang ia tinggalkan beberapa hari jadi akhirnya masuk begitu saja. Dan pada akhirnya sebuah pemandangan menyakitkan yang Sarah lihat. "Secepat itukah dia melupakan aku?" Sarah masih terisak. Sarah sudah berada di sebuah gudang yang penuh dengan beberapa peralatan kantor yang sudah tidak terpakai. Ia bersandar pada dinding yang sudah pudar kehilangan warna. Di sana, Sarah menangisi apa yang baru saja ia lihat. Kecupan itu memang singkat, t

