Bab 12 Pagi datang, Sarah terbangun dengan badan serasa remuk redam. Seluruh tubuhnya terasa pegal dan ada rasa perih di bagian selakangannya. Sarah belum memastikan karena nyawanya masih belum terkumpul seluruhnya. Yang Sarah tahu, hanya sang suami yang sudah tidak berada di sampingnya. Sosok pria perkasa itu sudah tidak ada di dalam kamar. "Isshh ..." Sarah mendesis seraya meringis saat coba mengangkat tubuhnya duduk. Begitu posisi sudah terduduk, Sarah menyadari dirinya masih polos di balik selimut. Toleh sana sini, Sarah tak menemukan pakaiannya. Sambil menahan pegal dan perih, Sarah coba turun dari atas ranjang sambil melingkarkan selimut putih itu pada tubuhnya. "Badanku sakit semua," rengeknya begitu kedua kaki sudah menggantung di bibir ranjang. "Semalam Joshua ... aishh!" Sar

