Bab 15 Sonya menepikan mobilnya di sebuah gedung perkantoran yang tak lain perusahaan Ben. Sonya melepas sabuk pengaman dengan grasah-grusuh kemudian membuka pintu mobil. Kedua kakinya sudah ke luar lalu turun dari mobil serasa mengenakan kaca mata hitam yang semula berada di atas kepala. Sebelum melangkah, Sonya mengibaskan rambut dan melihat ke sekitar. Sarah mulai melangkahkan kedua kakinya yang jenjang bergantian. Siapa pun pasti akan terpesona karena pada dasarnya Sonya wanita tercantik yang pernah dinobatkan dalam majalah terkenal. "Maaf, Nona." Seseorang menghentikan langkah Sonya sebelum nyelonong ke lantai lain. "Mau bertemu Tuan Ben?" tanyanya. "Ya," jawab Sonya singkat dan kembali berjalan, tapi lagi-lagi ia dihalangi oleh karyawan perusahaan. "Apa lagi, sih!" sungut Sonya

