Bab 20 Ben mulai frustrasi karena semakin hari rasa cinta untuk Sarah justru bertambah. Rasa benci dan jijik yang dulu pernah ia katakan justru seperti bumerang untuk dirinya sendiri. Sejujurnya selama ini Ben sudah menahan bagaimana ia supaya tidak terpesona pada sosok Sarah lagi, tapi kenyataannya itu tidaklah mudah. "Sial!" maki Ben sambil menggebrak meja kerjanya. Kecantikan Sarah yang tidak pernah pudar, terus terbayang-bayang bahkan hingga dirinya sampai di kantor. Wajah polos itu, entah kenapa seperti sedang mempermainkan Ben hingga terbukti bahwa Ben sudah menyesal memutuskan hubungan dengan Sarah. "Aku bahkan sudah menahannya supaya nggak sampai m*****i kamu, Sarah. Kamu harus tahu betapa tersiksanya aku ketika kamu menoleh b******a denganku." Ben terduduk di kursi putarnya de

