Bab 22

1079 Words

Bab 22 Sarah menyiapkan baju untuk Joshua seperti biasanya. Hanya saja, wajah cantik itu masih ditekuk seperti lipatan baju kusut. Mengenai perdebatan semalam, Sarah memang mendengar semuanya. Bukan saat di ruang makan, melainkan saat dirinya berdiri di tengah-tengah tangga. Sarah merasa kalau hatinya sudah mulai jatuh untuk Joshua. Mengenai rayuan, kalimat lembut yang sering Joshua lontarkan saat b******a, sungguh itu membuat Sarah merasa nyaman. Namun, jika semua itu hanya sebatas tipuan semata, Sarah akan memilih untuk coba berhenti menaruh hati lagi. Bagaimana tentang perasaan Joshua pada Sarah, Sarah juga belum tahu pasti. Dan bodohnya Sarah tidak pernah menanyakan hal itu dan malah selalu terbuka olehnya. "Kenapa rasanya kok sakit sekali ya," desah Sarah sambil mengusap d**a. Sa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD