"Sebaiknya aku mandi dulu." Tian menguap lalu berdiri. "Mungkin aku harus minta maaf nanti." Belum juga masuk ke dalam kamar mandi, ponsel yang ada di atas meja berdering. Tian berbalik arah menghampiri ponselnya. Ia melihat layar ponselnya yang berkedip-kedip. Galih menelepon. "Ya, kenapa?" tanya Tian begitu sudah terhubung. Entah apa yang Galih katakan di seberang sana, tapi yang jelas Tian langsung menutup panggilan dengan cepat. Dia kemudian menjambret handuk dan masuk ke dalam kamar mandi. Tidak lama, mungkin hanya membasuh muka dan menggosok gigi saja. Selesai dari itu, Tian melenggak ke ruang ganti. Dia dengan cepat memakai bajunya dan celana panjangnya. "Oh s**t!" umpat Tian tiba-tiba saat miliknya yang penting hampir terjepit. Tian sampai berjinjit untuk mengimbangi badannya

