Pagi di Portofino masih menyisakan kabut tipis yang menari pelan di antara cahaya matahari. Dari balkon lantai dua Mansion Wolfe, aroma laut berpadu dengan keharuman mawar kuning yang merekah sempurna. Seolah seluruh dunia telah berkonspirasi untuk menciptakan satu pagi yang tak mungkin dilupakan. Aveline duduk santai dengan kaki terlipat naik di atas kursinya, mengenakan gaun tidur sutra berwarna peach pucat yang membelai kulitnya setiap kali angin laut datang menyapa. Di tangannya, secangkir teh melati mengepulkan uap yang lembut Jemarinya yang lentik sejak tadi memutar-mutar pelan sebuah cincin mewah yang melingkar di jari manisnya. Senyum lembut menghiasi bibirnya, seolah ia belum sepenuhnya percaya bahwa semua ini sungguh nyata. Dominic duduk di hadapannya, mengenakan setel

