75. Malam yang Dikenang

678 Words

Langit malam di atas kastil pribadi yang sunyi itu diselimuti bintang-bintang yang bersinar. Sambil menggenggam erat tangan Aveline, Dominic membuka pintu kamar yang malam ini akan menjadi kamar pengantin mereka. Dinding batu krem berpadu dengan nuansa lilin aromaterapi serta kelopak mawar di lantai, menciptakan suasana yang hangat dan menggetarkan. Aveline masih mengenakan gaun elegan dari satin putih, rambut pirangnya disanggul ringan dengan beberapa helaian yang terlepas dengan manis, menambah kesan lembut serta menggoda. Dominic yang kini tengah berdiri di ambang pintu pun menatapnya dalam-dalam. “Malam ini terlalu indah untuk dilewatkan dengan hanya tidur,” gumannya, dengan suara rendah dan serak. Aveline tersenyum kecil. “Memangnya kamu tidak lelah?" Jari Dominic terulur un

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD