Bab. 59 POV MELA

1163 Words

Dari balik daun jendela, kutatap langit biru yang membentang dengan cerah. Bunga dan dedaunan berayun-ayun dibelai Sang Bayu. Di kejauhan tampak hamparan perkebunan sayur mayur yang menghijau nan asri. Namun, semua tidak seindah kisah cintaku yang kandas. Aku adalah mawar berdebu yang selalu memuaskan di saat kau dahaga. Dalam dekap hangatmu, tergolek megah diriku yang telah hilang madunya. Tinggallah kelopak-kelopak bunga yang siap gugur di setiap desahan napasmu. Laksana cucuran hujan membasahi tanah tandus. Aku berikan segenap jiwa raga dalam penantian yang tak kunjung bertepi. Demi mendapatkan segumpal hatimu. Namun, kau tidak mengerti. Hanya diam di dalam sisi hatimu yang dingin. Dirimu seperti angin yang tak dapat kuraih, tetapi begitu kuat merasuk sukmaku. Aku di sini yang menyes

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD