Bab 66

1112 Words

"Mami yakin ada yang tidak beres denganmu, sehingga kamu rela datang kesini. Tengah malam buta, seakan tidak ada lagi hari esok. Sebaiknya kamu katakan ada apa dan jangan berputar-putar. Ini sudah larut dan kamu memiliki anak dan istri yang tengah menanti kepulanganmu." Rosita menatap tajam kepada Fachri, yang kini duduk bersandar di sofa. Memijat pelipisnya untuk mengurangi rasa pusing yang kini mendera. Ia juga sedang memikirkan bagaimana cara memulai pembicaraan dengan kedua orang tuanya itu. Meskipun sang ibu sudah memancing, tetap saja Fachri memiliki rasa takut. Tapi, ia tidak ingin menyembunyikan ini kalau ingin menang dari Mayang. Lagipula, ini seharusnya memang sudah diceritakan setelah ia dan Arin resmi menikah. Tapi, karena kesibukannya baru sekarang ingat untuk melakukan itu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD