Bab 40

1601 Words

"Berengsek kau Zidan!" Arin mengumpat. Meludah di hadapan Zidan karena lancang menyesap kedua belah bibirnya secara tiba-tiba. "Aku ingin bertemu dengan suamimu. Aku ingin memintamu padanya. Kamu milikku, Rin." Zidan berucap seraya mengusap bekas ludah Arin dengan tangannya. Tatapannya begitu lembut meskipun Arin telah berlaku tidak sopan. "Aku tidak akan pernah memperkenalkan siapa suamiku padamu. Sampai kapanpun aku tidak akan pernah mau, meskipun kau terus mengancam atau melakukan hal buruk padaku. Aku tidak akan pernah takut karena aku tidak ingin kehilangan suamiku yang begitu baik dan mencintaiku apa adanya." Arin menegaskan setiap kata yang terucap dari bibirnya. Meskipun tidak mencintai Fachri, tapi Arin tidak akan pernah bisa hidup tanpa dirinya. Ia tidak akan ada di titik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD