Aisya melepaskan diri dari pelukan pria yang kini tengah memeluknya. Saat ia mendapatkan kesadaran, setelah gempuran hebat yang didapat. Ia juga meringis, menahan sakit di pangkal pahanya. Ini kali pertama ia melakukan hubungan, tapi tidak diperlakukan dengan baik. Tentu rasanya sangat sakit luar biasa. Tidak pernah sedikitpun Aisya menyangka ini semua bisa terjadi padanya. Niat hanya untuk menjebak Fachri ternyata kebablasan hingga akhir. Selama ini Aisya melihat betapa lembut dan hangatnya Fachri memperlakukan Arin, tidak pernah menduga Fachri bisa sekasar itu padanya. Terlebih lagi Fachri tidak peduli dengan perbedaan antara dirinya dengan Arin. Arin yang sudah memiliki anak tentu saja sangat berbeda dengan dirinya yang masih gadis. Bisa-bisanya Fachri tetap masuk meskipun sangat sul

