Arin menatap kaca besar yang ada di hadapannya. Dari kaca tersebut tampak jelas betapa cantiknya riasan yang kini menghiasi wajahnya. Tapi, itu semua rasanya percuma karena tidak sesuai dengan apa yang dirasakan. Keraguan demi keraguan tidak berhenti menyelimuti. Meskipun Fachri telah berulang kali meyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Semuanya akan berjalan dengan lancar, sesuai dengan apa yang mereka rencananya. Fachri juga berjanji akan selalu menjaga dan melindunginya. Ia juga berjanji akan menjadi ayah yang baik untuk Biar Tidak akan dibiarkannya ada yang menyakiti Via, meskipun ia bukanlah ayah biologisnya. "Setiap pengantin yang ingin melangsungkan pernikahan memang ada saja halangan yang datang menyapa. Selalu saja ada keraguan di hati, terutama bayangan masa lalu, s

