Rio dan Dara berjalan di bawah lampu jalan yang berkelap-kelip. Rio memandang ke arah Dara, senyumnya yang lembut membuat hati Dara berdebar kencang.
Rio: "Kamu tahu, aku sangat senang bisa jalan-jalan bersama kamu malam ini."
Dara: "Aku juga senang. Kamu membuatku merasa nyaman."
Rio: "Itu baik. Aku ingin membuatmu bahagia. Aku ingin kamu tahu bahwa aku sangat tertarik padamu."
Dara merasakan detak jantungnya semakin cepat. Dia tidak pernah merasa seperti ini sebelumnya.
Dara: "Rio, aku harus mengatakan sesuatu padamu. Aku punya masa lalu yang kelam dan aku tidak ingin membawanya ke dalam hubungan kita."
Rio: "Dara, aku tahu kamu punya masa lalu yang sulit, tapi aku ingin kamu tahu bahwa aku siap mendukungmu dan membantumu melewatinya. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu sendiri."
Dara terharu mendengar kata-kata Rio. Dia merasa sangat beruntung bisa memiliki seseorang seperti Rio di sisinya.
Setelah itu, Rio dan Dara terus menghabiskan waktu bersama, berbicara tentang segala hal dan menikmati kebersamaan mereka. Mereka menjadi semakin dekat satu sama lain.
Namun, Dara masih merasa takut membuka diri dan menceritakan semua tentang masa lalunya kepada Rio. Dia tidak ingin Rio terluka atau kehilangan kepercayaannya padanya.
Namun, semakin lama hubungan mereka berlangsung, semakin sulit bagi Dara untuk menyembunyikan rahasia masa lalunya dari Rio. Dia merasa bahwa dia harus mempercayai Rio dan membuka diri padanya jika mereka ingin membangun hubungan yang sehat dan jujur.
Dara: "Rio, ada sesuatu yang perlu aku katakan padamu."
Rio: "Apa itu?"
Dara: "Masa kecilku sangat sulit. Aku diabaikan oleh keluargaku dan aku mengalami banyak kesulitan. Ada satu peristiwa yang membuatku sangat takut dan itu masih terus menggangguku sampai sekarang."
Rio: "Dara, kamu tidak perlu merasa takut. Aku di sini untukmu. Aku ingin kamu tahu bahwa kamu tidak sendiri dan aku akan selalu ada untukmu."
Mendengar dukungan dari Rio, Dara merasa lega. Dia merasa bahwa dia tidak perlu lagi menyembunyikan rahasia masa lalunya dari Rio dan mereka bisa bergerak maju bersama.
Dari sana, hubungan mereka semakin erat. Mereka saling mendukung dan membantu satu sama lain melewati masa sulit. Rio membantu Dara untuk mengatasi trauma masa kecilnya, sementara Dara membantu Rio mengejar impian profesionalnya.
Rio dan Dara kini mulai merasakan tekanan dari keluarga Rio. Setiap kali Rio bertemu dengan keluarganya, dia selalu disindir mengenai hubungannya dengan Dara. "Kamu harusnya mencari wanita yang lebih cocok untukmu, Rio," ujar ibu Rio saat mereka bertemu untuk makan malam.
Rio mencoba membela Dara, "Tapi, ibu, Dara adalah orang yang luar biasa dan saya sangat mencintainya."
"Sudahlah, Rio. Kita semua tahu bagaimana keadaan Dara. Dia hanyalah seorang pianis di restoran yang terkenal. Bagaimana dia bisa cocok denganmu?" timpal ayah Rio.
Rio merasa kecewa dengan sikap keluarganya yang tidak mendukung hubungannya dengan Dara. Namun, dia tidak ingin menyerah begitu saja. Dia berjanji pada Dara bahwa dia akan tetap berjuang untuk hubungan mereka.
Dara merasa sangat terharu dengan dukungan Rio. Namun, dia juga merasa sedih karena tidak ingin menjadi beban bagi Rio. Dia mulai memikirkan untuk mengakhiri hubungan mereka agar Rio bisa menemukan wanita yang lebih cocok baginya.
Rio merasa bahwa Dara sedang menjauh darinya. Dia merasa bahwa ada sesuatu yang salah dan mencoba bertanya pada Dara.
"Dara, apa yang sedang terjadi? Kamu terlihat jauh dariku."
Dara berusaha menutupi perasaannya, "Tidak ada apa-apa, Rio. Aku hanya sedang sibuk dengan pekerjaanku."
Rio tidak percaya dengan ucapan Dara. Dia tahu bahwa ada sesuatu yang tidak beres dan memutuskan untuk mengajak Dara untuk berbicara.
"Dara, kamu tahu bahwa kamu bisa mempercayaku, kan? Jangan menutupi perasaanmu. Aku ingin membantumu."
Dara akhirnya memberitahu Rio tentang perasaannya dan kekhawatirannya bahwa dia hanya menjadi beban bagi Rio. Rio merasa sedih mendengar hal itu dan mencoba meyakinkan Dara bahwa dia tidak akan pernah meninggalkannya.
"Kamu tidak pernah menjadi beban bagi saya, Dara. Kamu adalah orang yang paling berharga dalam hidup saya dan saya tidak akan pernah meninggalkanmu."
Dara merasa lega mendengar perkataan Rio dan mereka berjanji untuk selalu saling mendukung dan berjuang untuk hubungan mereka. Meskipun keluarga Rio tidak mendukung hubungan mereka, Rio dan Dara tidak akan menyerah begitu saja dan akan terus berjuang untuk cinta mereka.
Rio dan Dara terus berjuang untuk menjalin hubungan mereka meskipun ada rintangan. Mereka belajar untuk saling memahami dan menghargai perbedaan satu sama lain.
Setelah beberapa waktu berkencan, Rio dan Dara semakin dekat satu sama lain. Mereka menemukan banyak kesamaan dan menghargai perbedaan satu sama lain. Namun, Dara masih merasa khawatir tentang membuka diri sepenuhnya kepada Rio.
Rio mencoba untuk mendekati Dara dan bertanya padanya, "Dara, apa yang terjadi? Aku merasa ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu."
Dara terdiam sejenak sebelum akhirnya menjawab, "Aku tidak ingin membuatmu terlibat dalam masalahku. Ada beberapa hal di masa laluku yang sulit untuk diceritakan."
Rio meletakkan tangannya di atas tangan Dara dan berkata, "Dara, aku ingin tahu tentangmu. Aku ingin tahu segalanya tentangmu, baik masa lalumu maupun masa depanmu. Dan aku akan selalu ada di sampingmu."
Dara tersenyum dan merasa lega. Dia merasa bahwa Rio adalah orang yang tepat baginya dan dia siap membuka hatinya.
Beberapa minggu kemudian, Rio memperkenalkan Dara pada keluarganya. Mereka menyambut Dara dengan hangat dan menyatakan dukungan mereka untuk hubungan Rio dan Dara. Hal ini membuat Dara semakin yakin bahwa dia telah menemukan cinta sejatinya.
Rio dan Dara terus bersama dan melewati banyak rintangan dalam hubungan mereka. Mereka belajar untuk saling memahami dan menghargai perbedaan satu sama lain. Meskipun terkadang ada pertengkaran kecil, namun cinta mereka semakin kuat dari hari ke hari.
Pada suatu malam, Rio mengajak Dara ke sebuah restoran mewah. Dara terkejut dan bertanya, "Kenapa kita ke sini?"
Rio tersenyum dan menjawab, "Aku punya sesuatu untukmu."
Mereka duduk di meja yang indah dengan latar belakang pemandangan kota yang megah. Rio membuka kotak kecil yang dia bawa dan mengeluarkan cincin berlian.
"Dara, aku ingin kamu tahu betapa pentingnya kamu bagiku. Aku tidak bisa membayangkan hidupku tanpamu. Apakah kamu mau menikah denganku?"
Dara terkejut dan merasa bahagia. Dia melihat ke mata Rio dan berkata, "Ya, aku mau."
Rio memasang cincin di jari Dara dan mereka berpelukan erat. Mereka tahu bahwa perjalanan mereka belum selesai dan masih ada banyak hal yang harus dilalui. Namun, mereka yakin bahwa dengan saling mendukung dan saling mencintai, mereka bisa mengatasi semua rintangan yang ada di depan mereka.