Lidya menatap rintik rintik hujan di depan nya dengan tatapan kosong. Lidya benci hujan. Gadis berkacama dengan kuncir kuda itu tengah menunggu hujan reda di halte bus. Sembari sesekali mengelus lengan tangan nya untuk menghangatkan badan. Pasal nya Bagian bawah Lidya sudah basah kuyup. Dan gadis itu sudah berdiri di halte itu hampir setengah jam. Menunggu bus atau taksi namun tak juga ada yang lewat. Jam sudah menunjukkan pukul lima sore. Tin tin Suara klakson membuat Lidya tersadar dari lamunan nya. Sebuah Honda jazz berwarna putih nampak berhenti tepat di depan nya. Perlahan kaca mobil itu turun. "Masuk" titah sang sopir. "Basah" teriak Lidya karena takut suara nya tak terdengar karena kalah dengan suara hujan. "Apa aku perduli?" balas Alden dari dalam. "Cepat masuk!" sambung

