Hari hari Lidia lalui dengan berkuliah, merawat Aspen, juga menjadi asisten dosen di detik detik terakhir nya menjadi seorang mahasiswi. Kalau di pikir pikir memang aneh, dari sekian banyak mahasiswi dan mahasiswa pintar, bahkan dari beberapa tingkatan kenapa mesti Lidia yang bahkan sudah dekat dengan skripsi? Apa benar kata Alden, kalau pria itu menyukai nya? Lidia tidak tau apa yang sebenarnya terjadi, toh gadis itu tetap berkuliah seperti biasa. Walaupun semakin kesini, Pak Riki semakin nampak gencar mendekati nya. "Hai Li" Lidia yang tengah berjalan di lorong hanya tersenyum melihat Pak Riki menyapa nya. Lidia tidak suka kala dosen itu menyapa nya di publik, karena itu membuat dirinya semakin terpojok. Lidia yang sudah malas dengan orang orang yang membenci nya semakin tidak mau k

