Seorang psikolog

971 Words

Lydia terbangun dari tidurnya dengan shock. Bagaimana bisa dia tidak shock, kalau saat membuka mata yang di lihat nya adalah Alden yang tengah pulas. "ALDEN!?" seru Lydia langsung menjauh, namun set. "Hampir saja" celetuk Alden saat berhasil menangkap tangan Lydia yang hampir terguling ke bawah. "Jangan teriak pagi pagi Li" ujar pria itu malah kembali memosisikan dirinya ke kasur. "Bagaimana aku tidak teriak? kau mengagetkanku tau tidak? bisa bisa nya kita tidur seranjang" "Lalu kenapa?" tanya Alden dengan santai nya. "Kau gila apa bagaimana? kita tidak ada ikatan apa apa!" seru Lydia. "Lalu?" tanya Alden membuat Lydia shock berat. "Ada Aspen di tengah Li, lagian aku juga tidak macam macam denganmu. Kenapa histeris sekali" ujar pria itu, Alden benar benar nampak sangat sangat sant

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD