Sepanjang jalan, Agatha menyibukkan diri dengan benda pipih di tangannya, hingga terjadi ke heningan di atas mobil, sebab Agler juga tidak mengatakan apapun. Bukan karena hilang pembahasan membuat Agler terdiam. Namun, kalimat Agatha saat akan pulang dari rumah orang tuanya yang menganggu pikiran Agler. Mengusir? Semoga itu tidak terjadi, atau Agler benar-benar tidak akan menginjakkan kaki di rumah orang tuanya lagi. Bukan ingin membangkan apa lagi menjadi durhaka pada orang tua, tetapi Agler hanya membela istrinya yang tidak salah apa-apa. Agatha korban, bukan pelaku. "Pak jangan lupa singgah di toko kue kesukaan mama ya," ucap Agatha tanpa mengalihkan perhatian dari benda pipi itu. "Jangan sibuk sama ponsel terus Sayang, mas ada di sini." Agler langsung mengambil ponsel Agatha ke

