Part 27

1018 Words

Setelah kepulangan orang tua Agatha dan Mamanya. Agler membujuk Agatha agar berhenti menangis, sebab tangisan yang Agler dengar sungguh memilukan. Karena Agatha engang untuk bergerak, Agler memutuskan mengendong istrinya ke kemar. Membaringkan perlahan-lahan di atas ranjang. Agler dengan telaten merapikan rambut Agatha yang berantakan tanpa bertanya apa yang terjadi dan apa penyebabnya. Karena Agler tahu, Agatha tidak akan bicara jika dalam kondisi seperti ini. Melihat luka lebab dan cakaran di sekitar tubuh Agatha, membuat Agler segera berdiri untuk mengambil salep luka di kotak P3K. Namun, pergerakannya terhenti karena tarikan Agatha. "Jangan tinggalin Saya pak," lirih Agatha. Air mata kembali mengalir di manik indahnya. Agler tersenyum, kembali duduk di pinggir ranjang. "Mas ng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD