“maksud kamu apa?” “lepaskan hulya mas” ucapnya lantang, lantas hulya mengambil dua koper diatas lemari. “mau kemana?” vian menarik tangan hulya “hulya mau pulang ke rumah aby umy mas” jawabnya singkat “tolong lepaskan tangan hulya mas” hulya berusaha melepaskan pegangan tangan vian. Dengan gerakan cepat hulya memasukkan semua barangnya ke dalam koper tanpa menyisakan satu barang apapun. Vian hanya memperhatikan hulya tanpa mencegah maupun menyuruhnya. Vian memang kecewa pada hulya, tapi tidak pernah dia membayangkan bahwa hulya minta dilepas olehnya alias ingin berpisah dengan vian. “mas, Hulya pamit. Assalamualikum” lantas hulya keluar tanpa mencium punggung tangan vian seperti yang biasa hulya lakukan saat ingin pergi keluar rumah. Vian terduduk di springbed kamar hulya, jik

