Part 12

1497 Words

Vian sedang mengetuk-ngetuk meja kerjanya, pikirannya penuh dengan sosok hulya. 2 minggu sudah hulya menghindar, kendati hulya selalu melakukan tugasnya sebagai seorang istri, Terkecuali Memberikan tubuhnya pada vian. Bukan vian tidak peduli dengan membiarkan hulya menghindar, namun vian hanya memberi waktu untuk hulya. Tok tok tok “permisi pak, saya ingin membacakan jadwal meeting bapak minggu ini” ucap dinda sekretaris vian yang juga merupakan sepupunya “sudah gak usah dibacain, taruh aja ntar gue baca” intruksinya pada sang sekretaris “sini dech temenin gue, gue lagi butuh temen curhat nih” ucap vian dengan nada membujuk “kenapa lo, kayak gak semangat gitu. Wajah ditekuk sudah kayak kertas diremet aje” hilang sudah bahasa formal dinda. “lagi pusing mikirin hidup” vian mengacak ra

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD