Bab 8. Selalu Curiga Jam makan siang, Sonya sampai di toko. Di sana sedang ramai pembeli karena bersamaan dengan jam istirahat. Ketika Sonya masuk, dengan cepat Pinkan menarinya. Dia mendorong Sonya hingga terduduk di atas kursi berbusa. “Kamu nggak kenapa-kenapa kan?” Sonya mengerutkan dahi. Memang aku kenapa?” Adi yang sedang makan siang di ruang samping menyahut. “Tadi suami kamu datang ke sini.” “Ha?” “Ya. Dia datang mencari kamu,” sambung Pinkan. “Aku pikir kamu kenapa-kenapa.” “Enggak, aku tadi Cuma nganterin mama ke rumah sakit.” “Halo! Spada!” Suara dari arah luar membuat mereka berdua menoleh. Adi yang masih menikmati makan siang pun sampai mendongakkan kepala menyembul dari balik rak buku. Sonya kemudian berdiri dan menyusul Pinkan yang sudah ke luar. “Ada yang bisa kam

