Pagi itu, sebelum matahari terbit sempurna, Anisa sudah bangun duluan. Setelah minum obat sesuai waktu yang disarankan Aidan semalam, ia merasa tubuhnya sedikit lebih ringan, meskipun masih terasa lemas. Anisa segera mengambil wudu dan menunaikan Sholat Subuh di sudut suite. Keheningan subuh di Bali terasa damai, berbeda dengan malamnya yang penuh ketegangan. Setelah sholat, Anisa berjalan pelan menuju balkon. Ia melihat pemandangan di balkon resort mewah tadi pagi. Langit timur mulai memerah, menyambut matahari terbit di atas lautan. Pemandangan itu luar biasa indah—sebuah kontras drastis dengan kesunyian dan kesedihan yang selama ini ia rasakan di rumah Aidan. Pemandangan itu memberinya kekuatan dan ketenangan. Anisa menarik napas dalam-dalam, merasakan udara segar Bali. Ia berdoa,

