Seeet .... Pandangan Rara tertoleh, kembali menatap ke arah Fani yang masih menatapnya dalam diamnya lagi. Ingatannya kini kembali ke jaringan otaknya yang tiba-tiba teringat sesuatu. "Kenapa lu? Mau minta makan sama gua? Sorry yah Fan gua nggak ada makanan ...." ujarnya tak berperikemanusiaan? Pada Fani yang kini tampak menghendikan bahunya penuh di tempat ini. "Ishhhh bukan oneng, lagian kita tuh kamu ya Ras ngomongnya biasa aja dong enggak usah kayak gitu sama temen sendiri juga. Nggak ada manis-manisnya banget lu jadi orang!" "Loh? Lu mau yang manis-manis? Kaya apa hmmm? Kaya aku kamu gitu? Atau sayang, cinta, baby?" seketika Fani bergidik ngeri di tempatnya. Dibenarkannya jaketnya itu, dan menatap ke arah Rara lagi dengan raut wajah gelinya itu. "Nggak oneng, lebay ah geli gua. Yah

