Sembari membenarkan rambutku yang sudah acakadul ini juga dengan kaki yang bersamaan dengan itu aku naikkan ke atas ranjang dengan beberapa bantal juga selimut yang geser dengan kaki disini pula otakku masih sibuk mencerna tentang apa yang tiba-tiba hadir dalam waktu yang bisa dibilang tanpa aba-aba dan tanpa ada kejelasan seperti sekarang ini tapi sukses membuatku aku bingung juga karena banyak pertanyaan yang berputar-putar di otak seperti apa yang kualami saat ini menyadari hal yang menghampiriku beberapa menit yang lalu.
"Demi Alex, aku kok malah jadi keinget dia?!" tanyaku bingung sendiri. Bahkan dalam sekejap pelaku masih dibuat speechless oleh keadaan, oleh keadaan yang tiba-tiba mendatangkan sesuatu yang sangat membahagiakan diri tapi juga membingungkan karena pada kenyataannya aku pun tidak memikirkan hanya saja sesekali memang terlintas di otak tapi tidak untuk ke sekian kalinya dalam satu hari atau bahkan sampai dengan begitu parahnya memikirkan dan berharap lebih-lebih lagi. Tapi siapa sangka jika kenyataannya justru itu malah hadir dalam mimpiku dan mengusik ketenangan tidur sampai di mana pandangan ini pun aku tunjukan ke arah jam dinding di atas sama yang sukses membuatku mengalahkan nafas panjang juga saat ini.
"Gila sih masih jam 2 malam loh, masih dini hari banget gitu tiba-tiba pas tidur mimpiin doi eh jam segini apa artinya ya?!"
"Weh ... tapi bentar deh bentar!"
Dalam sekejap aku terdiam di sini, yang kurasakan saat ini seperti ada yang aneh yang bukan main dan seperti ada yang memang sukses membuatku linglung dalam sekejap dapat membuatku berpikir keras untuk kesekian kalinya dan lebih parah lagi saat ini. Mataku pun mengerjap beberapa kali, tak habis pikir dengan keadaan dan tak habis pikir dengan kenyataan yang secara tidak langsung terlalu berlebihan tentang kehidupanku atau memang ini sebuah pertanda apa aku pun tak tahu tapi yang pasti ini sukses membuatku speechless dengan sukses membuatku semakin parah parah dan semakin parah dalam menyadari kenyataan.
Aku alihkan pandanganku menatap ke sekitaran ruangan ini, masih berusaha memahami semuanya dan masih berusaha untuk mencerna segala hal yang aku pikirkan segala hal yang tampak nyata di beberapa detik yang lalu itu atau bahkan beberapa menit yang lalu itu entah sampai kapan eh maksudnya entah sejak kapan aku pun tak tahu tapi yang pasti ini sukses membuatku terdiam bukan main di sini.
Bahkan susah payah aku menelan saliva dalam-dalam, masih tak percaya jelas aku rasakan dan masih sedikit bingung jelas masih aku pertanyakan di otak dan di segala aksi yang sedemikian rupa saat ini.
"Loh? Ini- ini ini ini maksudnya gimana sih bener bener kok aku jadi ngelag kayak gini sih. ini maksudnya gimana sih ya Allah kok kayak ini, tapi juga kayak gitu, terus kok bisa-bisanya sih kayak seperti itu, eh salah ding maksudnya kok bisa sih ya jadinya tuh kayak ada gimana gitu juga. Jadi kaya gimana gitu kesannya, jadi kaya ... it-itu kok rada aneh rada gimana terus rad-a ...."
Jujur memang ini masih terlalu ngelag untuk aku pikirkan, saat mataku berusaha menatap ke arah jam dinding sana yang kini menambahkan pulsa yang sendiri dan saat di mana aku menyadari keberadaanku saat ini dan saat di mana aku mengingat semua hal yang tiba-tiba itu seperti sedang aku alami tapi kenyataannya detik ini menit ini bahkan di jaman sekarang ini aku tengah sedikit merebahkan badan ku di sini di tempat ini dan di ruangan yang nyatanya itu seperti tidak ada sangkut-pautnya sama sekali tentang apa yang terasa nyata di beberapa menit yang lalu itu.
Jujur pasti sangat ngelag aku rasakan di sini, "Gila. aku mimpi apa gimana sih? Tapi kok bisa ya kalau mimpi itu bisa kayak nyata banget gitu, kalau misalkan mimpi kok jadi kesannya tuh kaya mimpi terus kan kayak ceritain masa lalu yang notabene juga bisa kayak gitu jadi gimana sih bingung mau jelasinnya gimana ya."
Aku alihkan pandanganku kearah samping sejenak tak mengerti atas apa yang ingin aku katakan dan atas apa yang terjadi pada diriku sendiri bahkan seperti kita semuanya seperti tiba-tiba menghantam diri dan seperti memang kayak seolah-olah itu semuanya seperti biasa bisa saja tapi ntar lain itu rasanya terlalu sulit untuk dijawab dan untuk di mengerti itu rasanya terlalu rumit gitu.
"Ah gila sih," ujarku mengumpat lagi dan lagi. bukannya apa-apa hanya saja aku tuh masih terlelap tidak percaya atas apa yang terjadi barusan itu dan apa yang aku pikirkan juga tentang apa yang aku rasakan yang tampak nyata tapi kenyataannya saat ini aku juga masih menyingkronkan semuanya tentang sebuah pernyataan yang penting itu aku seperti menghapus kalau itu seperti nyata tapi ini siapa sih aku juga tidak bisa munafik kalau aku juga sadar kalau kenyataannya sekarang saja aku tengah apa itu aku sadar betul.
Sampai di detik setelahnya aku hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalaku secara penuh seolah berusaha menghilangkan segala pikiran tak jelas dan segala hal yang dalam sekejap tampak memusingkan diriku ini, bersamaan dengan itu pula kembali aku relakan nafas panjang di sini dengan diri yang aku rebahkan kembali ke belakang dimana tempat di belakangku terdapat sebuah bantal yang aku gunakan untuk tidur tadi mungkin? dan mataku terpejam sejenak sebelum di beberapa detik kemudian kembali kubuka dengan nafas berat dan juga badan ini yang kembali bangkit dari posisi semula menjadi duduk penuh di atas ranjang dan secara reflek pula kedua tangan ini tampak mengacak-acak rambutku sendiri yang tak tertutup oleh jilbab sama sekali karena aku sadar betul dan aku tidak menampik semuanya telah saat ini penampilanku adalah penampilan seperti aku telah tidur dan kenyataan juga memberikan fakta bahwa saat ini jam sudah menunjukkan pukul 2 malam dan itu tak mungkin aku lakukan hal-hal seperti apa yang seolah-olah terpikirkan dan seolah-olah terjadi pada diriku beberapa menit yang lalu itu yaitu istri sukses membuatku berpikir jika memang itu adalah mimpi saja?!
"Arghhhh damn it, bisa-bisanya aku tuh mimpi kenyataan terus yang nyata tuh juga mimpi. Tapi kok bisa ya kok kayak gitu, jadi kesannya itu kayak aku bisa gabungin kayak realita di zaman dulu hingga zaman dulu juga sih lebih tepatnya tuh kayak realita di masa lalu terus digabung sama sekarang yang kenyataannya itu itu ternyata kau dipikir-pikir itu tuh cuma hadir dalam mimpi. jadi gimana ya kalau bahasa kasarnya itu aku mimpiin masa lalu yang seolah-olah terjadi lagi dan itu tuh kayak emang beneran nyata gitu. Tapi kok bisa sih?!"
Grep!
Badan ini kembali tegak secara penuh di atas ranjang, pandangan ini kembali aku edarkan ke arah sekitaran kamar dengan detik setelahnya aku kembali geleng-geleng kepala tak percaya penuh dengan hal ini.
"Gila sih ini mah beneran nyata dan ini kamu sekarang nggak ngimpi lagi Ras. kecuali kalau yang tadi tuh emang bener-bener mimpi yang kayak nyata banget bahkan aku mau sampai enggak kepikiran kalau itu mimpi kayak kok bisa ya kalau misalkan mimpi aku bisa ke ingat semua gitu secara nggak langsung padahal kan kalau mimpi itu bisanya cuma berapa persennya aja yang ke inget lah kau ini bisa hampir semuanya sih?! Hish aneh aneh aneh ...."