"saya terima nikah dan kawinnya, Safira Anjani binti Gunawan dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas seberat 200 gram dibayar tunai"ijab kabul yang digelar di kediaman Safira mengantar kan Safira menjadi nyonya muda di keluarga Sanjaya.
Safira menikah dengan putra tunggal keluarga Sanjaya pengusaha tambang batu bara yang terkaya di Kalimantan.
acara akad nikah di hadiri hanya kerabat dekat dan sahabat berakhir dengan bahagia di kedua pasangan, mereka menjalin kasih hampir 3 tahun sebelum memutuskan untuk menikah.
"mas aku bahagia sekali hari ini mas,kamu sekarang suami ku dan aku kan menjaga janji suci kita ini Sampai maut memisahkan kita mas,"ucap Safira
"mas juga bahagia sayang,janji mas akan selalu menjaga kamu dan menjaga hubungan ini Sampai maut memisahkan kita,mas ingin apapun yang terjadi kedepannya dengan hubungan kita,mas ingin kamu tetap menjaga hati kamu buat mas,dan selalu ada bersama mas baik suka dan duka,ya sayang"harap Pratama.
"Fira janji mas"
acara selesai jam 9 malam,semua keluarga dan sahabat sudah pulang kerumah masing-masing.
"mas Fira mandi dulu ya ,gerah banget badannya mas"
"nanti aja sayang kita mandi bareng,mas sudah gak kuat nahannya dari tadi,"
"nahan apa mas"jawab Fira bingung
"nahan ini sayang"Fira menjerit saat Tama tiba-tiba mengendong nya dan membawanya ke kasur mereka.
"mas,Fira"belum sempat Fira bicara,Tama sudah membungkam nya dengan ciuman yang lembut dan mengairahkan.puas dengan mencium dan melumat bibir Fira , Pratama turun ke leher dan kedua tangannya pun tidak tinggal diam mulai membuka baju yang dikenakan oleh Safira yang menyisakan pakaian dalam milik Safira,akhirnya malam ini menjadi malam pertama mereka.mereka menghabiskan malam dengan penuh desahan dan deru nafas yang kejar-kejaran untuk mencapai klimaks yang tentunya begitu nikmat.
mereka baru tertidur setelah hampir pagi,dan bangun menjelang siang,
"mas,aduh"Fira ingin melangkah tapi ada nyeri di sela kedua pahanya,Tama yang mendengat rintihan kesakitan Fira langsung terbangun
"kenapa sayang"tanya Tama
"mas sakit,Fira mau ke kamar mandi tapi buat melangkah sakit mas"
Tama yang mengerti arah bicara Fira segera bangun dan mengangkat Safira ke kamar mandi,
"mas kamu belum puas yang tadi malam,aku sampai gak bisa jalan begini mas"tanya Safira sesampainya di kamar mandi, yang mana Tama masih melanjutkan kegiatan tadi malam dibawah pancuran air shower .