"Sayang, terima kasih, ya. Kamu selalu membuat hidup Abang terasa begitu sempurna," ucap Banyu, memeluk tubuh sang istri yang tengah berdiri di depan cermin yang ada di kamarnya dari belakang. "Abang, terima kasih juga karena telah selalu membuat aku menjadi wanita paling bahagia sedunia," jawab Laura sambil menaruh satu tangannya di pipi sang suami yang menaruh kepala di ceruk lehernya. "Tapi Abang juga mau minta maaf," busuk Banyu membuat kedua mata Laura menyipit. "Maaf? Buat apa?" tanya Laura karena merasa Banyu tidak berbuat salah, juga untuk berjaga kalau-kalau sang suami lagi-lagi bersikap absurd. "Maaf karena Abang enggak peka, enggak bisa merasakan kehadiran Baby di dalam sini," jawab Banyu seraya mengelus perut bawah Laura yang tertutup gaun tidur tipis berbahan satin lem

