“Sis, kamu jangan keluar ya. Awas kalau kamu keluar.” Saat ini Siska dan Dava berada di dalam toilet. Dava melarang Siska untuk keluar dari toilet itu, ia bahkan sejak tadi terus menggenggam tangan Siska agar gadis itu tak pergi. “Sudah belum, Om! Om tega ya sama aku. Ya kali Om lagi buang air besar, Om minta aku untuk nungguin Om! Mana bau lagi!” kesal Siska sambil menutup mulut dan hidungnya dengan telapak tangan kanannya, karena tangan kirinya digenggam oleh Dava. Siska bahkan tak berani membalik tubuhnya, karena kalau dirinya membalik tubuhnya, maka dirinya akan melihat Dava yang saat ini tengah duduk di atas closed dengan celana yang sudah melorot ke bawah. “Gak apa bau, nanti aku kasih enak-enak deh.” “Ck, enak-enak apaan? Palingan Om lagi mikir m***m lagi,” decak Siska kesal.

