Dava memandang wajah cantik istrinya yang tengah tertidur lelap. Semalam dirinya tak bisa menahan diri, sehingga ia memaksa Siska untuk melayaninya sampai beberapa kali. Dahaganya sudah terobati dalam semalam. Kini ia tak akan pernah merasa kehausan lagi, karena setiap dirinya merasa haus, dirinya sudah menemukan sumber air yang akan menghilangkan dahaganya. Dava tak akan pernah bosan menatap wajah teduh istrinya yang kini tengah berada di alam mimpi. Mungkin istrinya itu benar-benar lelah, sampai saat ini belum juga membuka kedua matanya. Padahal waktu sudah menunjukkan pukul delapan pagi. Dava sebenarnya ingin terus menatap istrinya sampai istrinya itu membuka kedua matanya. Tapi sayang, kini pekerjaan tengah menunggunya, membuatnya terpaksa harus meninggalkan Siska saat ini. Dengan

