“Sis, ada apa?” tanya Diva penasaran saat mendengar teriakan Siska. Siska berteriak saat mendengar dirinya membicarakan tentang kehamilan. Bahkan Dava sering bicara dengan Jonathan, kalau dia sudah sangat ingin memiliki anak dengan Siska, karena usianya tak lagi muda. Jarak usianya dengan Siska juga terlampau jauh. Dava tak ingin sampai kelak dirinya punya anak disaat dirinya sudah kepala empat. Yang ada nanti anaknya akan memanggilnya kakek bukan ayah. “Tante, sekarang tanggal berapa?” “Tanggal? Em … tanggal lima belas kalau gak salah. Memangnya kenapa, Sis? Kamu punya janji sama teman kamu?” “Bukan, Tante. Tapi … aku … telat datang bulan.” “Hah! Kamu serius!” seru Diva terkejut sambil memegang kedua bahu Siska. Ini adalah kabar gembira. Kabar yang ditunggu-tunggu oleh Dava selama

