Jonathan baru saja selesai meeting. “Din, meeting sore ini kamu cancel dulu. Saya akan pulang lebih awal hari ini,” ucapnya kepada sang sekretaris saat berjalan keluar dari ruang meeting. “Baik, Pak.” Dini berjalan di belakang Jonathan, tapi seketika ia langsung menghentikan langkahnya saat atasannya itu tiba-tiba menghentikan langkahnya. Untung gak nabrak. Dini mengusap dadanya naik turun. Punggung atasannya itu pasti sangat nyaman kalau buat bersandar. Lebar dan kokoh. “Oya, Din. Kamu boleh makan siang sekarang,” ucap Jonathan sambil membalikkan tubuhnya menghadap sekretaris cantiknya itu. “Baik, Pak.” Dini menjawab sambil menganggukkan kepalanya. Jonathan kembali berbalik, lalu melanjutkan langkahnya menuju lift yang akan membawanya menuju ruangannya. Dini ikutan masuk lift, karen

