Siska menatap Dava yang sejak tadi hanya diam dan sama sekali tak menjawab pertanyaannya. Hingga seorang pelayan datang mengantar pesanannya tadi. “Terima kasih,” ucap Siska kepada pelayan setelah pelayan itu meletakkan semua pesanannya di atas meja. “Apa Mbak masih ingin memesan yang lain lagi?” tanya pelayan itu dengan ramah. “Tidak, terima kasih,” jawab Siska dengan menepiskan senyumannya. “Kalau begitu saya permisi, selamat menikmati makanan dan minuman dari restoran kami.” Pelayan itu lalu melangkah pergi. “Sayang, kamu beneran gak mau makan lagi?” Dava mencoba untuk mengalihkan pembicaraan, karena untuk saat ini dirinya tak ingin membahas soal perasaannya kepada Siska. Dava sendiri tak tau tentang perasaannya. Ia masih butuh waktu untuk menyakinkan dirinya kalau memang Siska su

