Siska melempar ponselnya ke atas ranjang, wajahnya terlihat kesal karena Dava ternyata mengingkari janjinya untuk menyambut kedatangan kedua orang tuanya bersama dengannya. Sekarang Siska tak tau harus membuat alasan apa, kalau seandainya kedua orang tuanya itu bertanya tentang suaminya itu. “Aku yakin, itu hanya alasan Om Dava. Pasti sekarang dia sedang bersenang-senang dengan kekasihnya itu! sialan! Jadi kekasihnya itu lebih penting ketimbang kedatangan kedua orang tuaku!” kesal Siska sambil mengepalkan kedua telapak tangannya. Siska melangkah keluar dari kamarnya dengan perasaan kesal. Ia bahkan belum memasak makanan untuk menyambut kedatangan kedua orang tuanya. “Bik Yem!” Siska memanggil salah satu pelayannya dengan sedikit keras, karena saat ini dirinya masih menuruni tangga. Si

