Steven sekarang sudah dipindahkan ke ruang rawat inap. Dokter mengatakan kalau Steven sudah melewati masa kritisnya. Semua orang terlihat bahagia termasuk Dita dan Siska. Mereka sama-sama lega, karena Steven baik-baik saja. Dita dan Siska berdiri sedikit menjauh dari ranjang tempat Steven berbaring lemah saat ini, karena keluarga Steven melarang mereka untuk dekat-dekat dengan Steven. “Dit, lebih baik kita pergi dari sini. Sekarang Steven sudah melewati masa kritis, jadi kamu gak perlu merasa bersalah lagi. Gak ada gunanya juga kamu disini, karena kehadiran kamu disini sama sekali tak mereka harapkan.” Dita menatap ke arah ranjang. Ia tak bisa melihat wajah Steven saat ini karena terhalang tubuh kekar Deni. “Steven akan baik-baik saja kan, Sis?” Dita terlihat masih sangat mengkhawatirk

