Bab 87: Kamu Mencintainya?

1535 Words

*** “Nicolas, terima kasih untuk makan siang hari ini,” ucap Zev. Ia menatap wajah menantunya dengan sorot serius. “Maaf kalau aku sedikit merepotkan dan mengganggu waktu kalian.” Mereka berdiri di teras depan rumah. Usai makan siang tadi, Zev memutuskan untuk pamit. Catherine tetap menunggu di lantai dua, sedangkan Nicolas yang mengantar sang mertua ke bawah—sebuah bentuk penghormatan tanpa kata. Nicolas membalas tatapan Zev dengan anggukan samar. “Sama-sama, Uncle. Kami justru senang bisa makan siang bersamamu,” jawabnya singkat, tapi hangat. Ia menambahkan, “Uncle sudah melihat sendiri bagaimana kondisi Catherine. Semoga setelah ini kau bisa merasa lebih tenang.” Zev tak langsung menanggapi. Ia hanya menatap, diam, seolah ada sesuatu yang mengganjal di pikirannya. Bibirnya sempat t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD