Noah melirik arloji yang melingkar di pergelangan tangannya sekilas. Pria itu merasa sudah cukup lama Odelia berada di toilet, dan tak kunjung kembali. Dia memutuskan untuk melangkah menghampiri Odelia, namun baru saja melangkah, tatapan pria itu menatap Odelia yang berlari dengan raut wajah yang nampak muram dan sedih. “Odelia?” Noah mendekat, dan menyentuh kedua bahu Odelia. “Noah, aku sedang kurang enak badan. Bisa kita pulang sekarang?” pinta Odelia. Nadanya pelan, tapi terdengar seperti menahan sesak di d**a. Kening Noah mengerut, menatap lekat dan bingung Odelia yang seperti terjadi sesuatu pada wanita itu. “Ada apa, Odelia?” tanyanya mulai mencemaskan Odelia. Odelia membenamkan wajahnya ke d**a bidang Noah. “Antar aku pulang, Noah. Please. Aku mohon padamu.” Noah terdiam m

